SELAMAT DATANG

Selamat menikmati artikel-artikel hasil copy & paste (Copas) berikut, semoga dapat menambah wawasan bagi pribadi yang ingin berkembang.

Sunday, March 24, 2013

10 Fakta Minyak Goreng

Photo: 10 Fakta Minyak Goreng

Membicarakan keripik pasti selalu berhubungan dengan minyak goreng,karena dengan minyak goreng tersebut keripik bisa terbentuk
Berikut fakta2 mengenai minyak goreng

Sebagai ratu dapur, tentunya Anda sering bergaul dengan minyak. Nah, sebelum menggunakannya lagi, ketahui dulu 10 fakta minyak berikut ini:

1. Semua minyak nabati yang ada di pasaran dan belum digunakan untuk memasak adalah non-kolesterol. Kolesterol minyak terjadi karena proses pemanasan dan pemakaian yang berulang-ulang.

2. Salad oil, misalnya extra virgin olive oil, tidak ditujukan untuk menggoreng. Alasannya, karena salad oil memiliki titik asap yang rendah (kurang dari 215° C) dan akan mengakibatkan oksidasi (bau tengik) pada makanan.

3. Mutu minyak ditentukan oleh tingkat asapnya. Makin tinggi suhu terbentuknya asap, maka makin aman pula minyak tersebut digunakan. Kualitas minyak akan menurun jika digunakan berulang kali karena setiap mengalami pemanasan, tingkat titik asap akan menurun.

4. Minyak dengan asam lemak jenuh baik digunakan untuk menggoreng atau teknik memasak dengan panas tinggi. Karena, minyak dengan asam lemak jenuh memiliki sifat yang stabil dan tidak mudah teroksidasi yang mengakibatkan aroma tengik pada makanan.

5. Penggumpalan atau kristalisasi pada minyak terjadi karena suhu lingkungan yang rendah, tapi tidak berarti bahwa minyak ini tidak baik digunakan. Penggumpalan yang terjadi pada minyak kelapa dikarenakan tidak adanya proses penyaringan pada pembuatannya.

6. Agar kualitas minyak tetap terjaga, suhu penggorengan juga harus diperhatikan, tidak lebih dari 190° C.

7. Perhatikan suhu saat menggoreng karena panas memudahkan terjadinya pembentukan asam lemak trans. Asam lemak ini akan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol (terutama LDL) dalam pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

8. Minyak sayur dengan kandungan omega 9 (asam oleat) tidak hanya bisa menurunkan kolesterol LDL, tapi juga baik digunakan untuk menggoreng. Karena, omega 9 merupakan salah satu asam lemak tidak jenuh yang tahan terhadap panas.

9. Hindari penggorengan dengan menggunakan wajan yang terbuat dari besi dan tembaga karena proses oksidasi yang terjadi antara minyak dan besi/ tembaga akan menyebabkan bau tengik. Karena itu, sebaiknya gunakan penggorengan dari stainless steel.

10. Selain memperhatikan expired date (tanggal kedaluwarsa) pada label minyak zaitun, gunakan minyak zaitun antara 12 - 18 bulan setelah kemasannya dibuka.

Semoga bermanfaat

Sumber : www.berita.grosirkeripik.com

Membicarakan keripik pasti selalu berhubungan dengan minyak goreng,karena dengan minyak goreng tersebut keripik bisa terbentuk
Berikut fakta2 mengenai minyak goreng

Sebagai ratu dapur, tentunya Anda sering bergaul dengan minyak. Nah, sebelum menggunakannya lagi, ketahui dulu 10 fakta minyak berikut ini:

1. Semua minyak nabati yang ada di pasaran dan belum digunakan untuk memasak adalah non-kolesterol. Kolesterol minyak terjadi karena proses pemanasan dan pemakaian yang berulang-ulang.

2. Salad oil, misalnya extra virgin olive oil, tidak ditujukan untuk menggoreng. Alasannya, karena salad oil memiliki titik asap yang rendah (kurang dari 215° C) dan akan mengakibatkan oksidasi (bau tengik) pada makanan.

3. Mutu minyak ditentukan oleh tingkat asapnya. Makin tinggi suhu terbentuknya asap, maka makin aman pula minyak tersebut digunakan. Kualitas minyak akan menurun jika digunakan berulang kali karena setiap mengalami pemanasan, tingkat titik asap akan menurun.

4. Minyak dengan asam lemak jenuh baik digunakan untuk menggoreng atau teknik memasak dengan panas tinggi. Karena, minyak dengan asam lemak jenuh memiliki sifat yang stabil dan tidak mudah teroksidasi yang mengakibatkan aroma tengik pada makanan.

5. Penggumpalan atau kristalisasi pada minyak terjadi karena suhu lingkungan yang rendah, tapi tidak berarti bahwa minyak ini tidak baik digunakan. Penggumpalan yang terjadi pada minyak kelapa dikarenakan tidak adanya proses penyaringan pada pembuatannya.

6. Agar kualitas minyak tetap terjaga, suhu penggorengan juga harus diperhatikan, tidak lebih dari 190° C.

7. Perhatikan suhu saat menggoreng karena panas memudahkan terjadinya pembentukan asam lemak trans. Asam lemak ini akan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol (terutama LDL) dalam pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

8. Minyak sayur dengan kandungan omega 9 (asam oleat) tidak hanya bisa menurunkan kolesterol LDL, tapi juga baik digunakan untuk menggoreng. Karena, omega 9 merupakan salah satu asam lemak tidak jenuh yang tahan terhadap panas.

9. Hindari penggorengan dengan menggunakan wajan yang terbuat dari besi dan tembaga karena proses oksidasi yang terjadi antara minyak dan besi/ tembaga akan menyebabkan bau tengik. Karena itu, sebaiknya gunakan penggorengan dari stainless steel.

10. Selain memperhatikan expired date (tanggal kedaluwarsa) pada label minyak zaitun, gunakan minyak zaitun antara 12 - 18 bulan setelah kemasannya dibuka.

Semoga bermanfaat

Sumber : www.berita.grosirkeripik.com






Bahan Keripik Belut :




Belut 500 gram
- Minyak goreng 500 ml

Pencelup :

- Tepung terigu protein rendah 100 gram
- Ketumbar bubuk 1/2 sendok teh
- Jinten Bubuk 1/4 sendok teh
- Garam 1 sendok teh
- Air 100 ml

Cara membuat Keripik Belut :

1. Potong belut dan belah bagian perutnya. Buang isinya, cuci hingga tidak berlendir.
2. Pencelup : Campur semua bahan, aduk rata.
3. Masukkan belut ke dalam adonan pencelup, goreng hingga kering. Angkat dan tiriskan.
4. Sajikan dengan saus sambal.

Tips :

*Pilihlah belut yang kecil dengan diameter 1 cm agar tulang belut bisa kering.
*Gunakan api kecil saat menggoreng untuk mendapatkan hasil yang kering dan warnanya tidak gelap.
*Gunakan minyak bersih agar saat menggoreng belut tidak berwarna gelap.
*Bubuhi belut dengan garam agar cepat tak bernyawa.


Sumber







Keripik Jamur Rasa Ayam Bawang


Bahan:
- Jamur yang sudah dikeringkan 1 kg
- Tepung beras 400 gr
- Santan cair 450 ml
- Tapioka 50 gr
- Bawang putih 50 gr
- Bawang merah 50 gr
- Ketumbar bubuk 2 gr
- Kemiri 50 gr
- Garam 15 g
- Penyedap rasa 2 gr
- Perasa ayam bawang bubuk 25 gr

Cara Membuat:
Siapkan jamur tiram yang sudah dikeringkan dan dipipihkan dengan baik. Adonan untuk tepung celup mulai tepung beras, tapioka, kemiri, dan sebagainya dicampur menjadi satu sampai jadi tepung celup. Jika kurang encer bisa ditambahkan lagi air atau santan. Sisihkan perasa ayam bawang bubuk yang tidak boleh dicampurkan terlebih dahulu.

Panaskan minyak, celupkan jamur tiram yang sudah pipih dan kering lalu goreng dalam minyak panas sampai kering dan terangkat. Jika sudah agak kecokelatan, angkat dan tiriskan sampai minyaknya benar-benar hilang. Campurkan bumbu perasa ayam bubuk dan diaduk-aduk dalam stoples. Dinginkan. Kemas sesuai dengan berat yang diinginkan.

Sumber